Jumat, 06 September 2013

[#KaroBlast] e kai?

Pernah lihat #KaroBlast?
Di offline seperti ini
Atau di dunia maya seperti ini

 Tahun 2012 lalu hashtag atau tagar (tanda pagar) ini mulai sering kita lihat membuntuti tweet di akun kita @mejuah_juah. Bagi yang sudah lama bersama-sama berkumpul di akun itu mungkin sudah tahu, minimal pernah tertangkap mata. Bagi yang belum mari kita lihat kembali bagaimana hashtag itu muncul, dan bagi yang sudah bisa menyegarkan ingatan kita kembali.








  



Yang kita mau cuma satu. Kita bisa jadi generasi, anak zaman yang hebat dan pas di bagian kita, kita buat Karo jadi "besar". BESAR! Siap?
Nah, setelah pengantar di atas tidak bisa dibilang sekadar spontan, namun dengan desakan dari yang kita butuhkan untuk yang membutuhkan kita, Karo!

Dari katanya KaroBlast yang terdiri dari dua kata, Karo dan Blast yang berarti sebuah letupan atau lebih mengarahkan ke gebrakan. Bila digabungkan berarti gebrakan Karo.
Kita tidak bisa mengatakan ini hal yang sangat baru, karena sebenarnya hal ini sudah ada kita lakukan, namun dalam movement ini kita kita nyatakan kecintaan kita dengan lebih eksplisit. Bila harus didefinisikan, beginilah dulu kita mengungkapkannya






Berikut tadi adalah kira-kira apa yang bisa kita lakukan dan seperti yang kita harapkan dalam persatuan kita di twitter dan di blog sebagai jambur ini kita tetap mendiskusikannya, karena masih banyak lagi yang bisa kita lakukan. Tambahi, #Aron! :D
Sebesar apapun kontribusi kita akan sangat berarti!


Mungkin seperti ini:

 Minimal dari diri kita sendiri. :)

Sekarang bagai ada dua dunia, dunia nyata dan dunia maya.
Ada dua pekerjaan yang harus kita fokuskan sekarang, kita hadirkan Karo di dunia Maya berbagi informasi seperti cerita #PerlanjaSira, begitu juga dua dunia ini buka hal yang terpisahkan. Keduanya saling berkaitan.

Nantikan kejutan-kejutan yang akan kita hasilkan bila kita bersama!

Apa kita tidak merasa Karo ini pantas diperjuangkan? Cak!

Mejuah-juah!
@mejuah_juah

[#KaroBlast]